kesamaan LCD

Written by ngawen 0 komentar Posted in:

Nokia 3300,6800
Nokia 7610,6670
Nokia 2300 = 1100
Nokia 6170 for 7270
Nokia N71,N73,N93
Nokia 6260 for 6630
Nokia 5200,6070,6080
Nokia 2610,5140i,6030
Nokia 9500,9300,9300i
Nokia 6270,6280,6288
Nokia 6630,6260,N91
Nokia 6680,N70,N72
Nokia 6101 = 6060, 6103
Nokia N93 for N71 and N73
Nokia lcd interne 6170,7270
Nokia 6680 for N70 and N72
Nokia 7610 = 6670, 6630, 3230
Nokia 5300,6233,6234,7370,E50
Nokia 3220 lcd for 9300 exterior lcd
Nokia 3220,7260,6020,6021, externe
Nokia lcd externe 6101,6102,6170,7270
Nokia 1600,2310,(6125,6136,N70(externe))
Nokia 6020, 3220 works on 9500 back screen
Nokia 2600,2650,2652,3200,5140,6220,7250i,
Nokia 3100,3120,6100,3200,5100,6610,6610i,7210
Nokia 6060,6101,6102,6103,6125,6136,6151,7360
Nokia 7210 for 6100, 7250, 3100, 2650, 2600, 5140, 3120, 6610, 5100, 3200

Read more

transistor

Written by ngawen 0 komentar Posted in:

Karakteristik Input


Transistor adalah komponen aktif yang menggunakan aliran electron sebagai prinsip kerjanya didalam bahan. Sebuah transistor memiliki tiga daerah doped yaitu daerah emitter, daerah basis dan daerah disebut kolektor. Transistor ada dua jenis yaitu NPN dan PNP. Transistor memiliki dua sambungan: satu antara emitter dan basis, dan yang lain antara kolektor dan basis. Karena itu, sebuah transistor seperti dua buah dioda yang saling bertolak belakang yaitu dioda emitter-basis, atau disingkat dengan emitter dioda dan dioda kolektor-basis, atau disingkat dengan dioda kolektor.

Bagian emitter-basis dari transistor merupakan dioda, maka apabila dioda emitter-basis dibias maju maka kita mengharapkan akan melihat grafik arus terhadap tegangan dioda biasa. Saat tegangan dioda emitter-basis lebih kecil dari potensial barriernya, maka arus basis (Ib) akan kecil. Ketika tegangan dioda melebihi potensial barriernya, arus basis (Ib) akan naik secara cepat.


1 .Transistor sebagai saklar


Bias basis berguna didalam rangkaian-rangkaian digital karena rangkaian tersebut biasanya dirancang untuk beroperasi didaerah jenuh dan cutoff. Oleh sebab itu, mereka memiliki tegangan keluaran rendah ataupun tegangan keluran tinggi. Rangkaian digital sering dinamakan rangkaian saklar karena titik Q berubah diantara dua titik pada garis beban yaitu daerah jenuh dan cutoff.


Percobaan Transistor sebagai saklar

gambar 1


Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengaplikasikan transistor sebagai saklar. Dari tujuan percobaan diatas, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

- Langkah pertama yaitu merangkai rangkaian seperti pada Gambar (1 )dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai.

- Saat sumber tegangan di berikan pada rangkaian tersebut kondisi transistor pada saat itu belum aktif, hal ini disebabkan transistor belum terpicu. Transistor belum terpicu karena saklar off sehingga tidak ada arus yang mengalir (transistor dalam keadaan cut off).
- Untuk mengaktifkan transistor, dilakukan pemicuan dengan menggunakan saklar sehingga lampu akan menyala. Pada saat saklar on maka akan ada arus yang mengalir ke basis yang kemudian akan dikuatkan oleh transistor sehingga dapat menyalakan lampu.



2 .Karakteristik Transfer Transistor (�)


Parameter � dari transistor merupakan perolehan arus maksimum yang dapat diperoleh kalau transistor bekerja dalam ragam umum emitter (CE). Beta dc (disimbolkan �dc) sebuah transistor didefinisikan sebagai rasio arus kolektor dc dengan arus basis dc. Beta dc juga dikenal sebagai gain arus karena arus basis yang kecil dapat menghasilkan arus kolektor yang jauh lebih besar.


Percobaan Karakteristik Transfer Transistor

gambar 2

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengukur arus kolektor Ic sebagai fungsi Ib (karakteristik transfer transistor). Dari tujuan percobaan diatas, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
- Langkah pertama yaitu merangkai rangkaian seperti pada Gambar 2 dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai.

- Saat sumber tegangan di berikan pada rangkaian tersebut kondisi transistor pada saat itu belum aktif, hal ini disebabkan transistor belum terpicu.
- Setelah diberi sumber tegangan, untuk mengaktifkan transistor dilakukan pemicuan dengan mengatur potensiometer sampai didapatkan arus Ic.
- Kemudian ukurlah arus Ic dengan mengubah-ubah arus basisnya (Ib). Arus Ib diubah-ubah dengan potensiometer.


3 .Percobaan Karakteristik Output


Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengukur arus kolektor Ic sebagai fungsi Vce (karakteristik output)Dari tujuan percobaan diatas, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :


Rangkaian percobaan karakteristik output transistor PNP

gambar 3

- Langkah pertama yaitu gunakan transistor NPN dan rangkailah seperti pada Gambar 5 dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai.

- Setelah diberi sumber tegangan maka akan terbentuk grafik Ic fungsi Vce pada layar oscilloscope, dapat dilihat pada Gambar 4.

- Grafik diatas memiliki daerah yang berbeda dimana kerja transistor berubah. Pertama, terdapat bagian naik diawal kurva. Bagian miring kurva ini disebut dengan daerah saturasi. Pada daerah ini, dioda kolektor tidak memiliki tegangan positif yang cukup untuk mengumpulkan semua elektron bebas yang diinjeksikan ke basis.

- Pada daerah ini, arus basis Ib lebih besar daripada normalnya dan gain arus �dc lebih kecil daripada normalnya.


Grafik Ic fungsi Vce pada transistor NPN

gambar 4


- Kedua, ada daerah ditengah dimana daerah ini merupakan daerah kerja normal transistor. Pada daerah ini, dioda emitter terbiasmajukan dan dioda kolektor terbiasbalikkan. Lebih lanjut, kolektor mengumpulkan hampir semua elektron yang dikirimkan emitter ke basis. Inilah mengapa perubahan pada tegangan kolektor tidak berpengaruh pada arus kolektor. Daerah ini disebut sebagai daerah aktif. Secara grafis, daerah aktif adalah bagian horizontal dari kurva. Dengan katalain, arus kolektor konstan pada daerah ini.

- Ada juga daerah operasi lain yang disebut sebagai daerah breakdown. Transistor tidak boleh beroperasi pada daerah ini karena akan rusak. Tidak seperti dioda zener yang teroptimasisasi pada operasi breakdown, transistor tidak dimaksudkan untuk bekerja di daerah breakdown.
Rangkaian percobaan karakteristik output transistor NPN
gambar 5

- Setelah mengetahui karakteristik output transistor NPN, sekarang gunakan transistor PNP dan rangkailah seperti pada Gambar 3 dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai.


- Setelah diberi sumber tegangan maka akan terbentuk grafik Ic fungsi Vce yang serupa dengan grafik transistor NPN tetapi arahnya berlawanan.






4. Percobaan Karakteristik Input


Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengukur arus basis Ib sebagai fungsi Vbe (karakteristik input transistor). Dari tujuan percobaan diatas, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :


Rangkaian percobaan karakteristik input transistor PNP
gambar 6

- Langkah pertama yaitu gunakan transistor NPN kemudian rangkailah seperti pada Gambar 8 dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai.


- Setelah diberi sumber tegangan maka akan terbentuk grafik Ib fungsi Vbe pada layar oscilloscope, dapat dilihat pada Gambar 7.

- Grafik diatas terlihat seperti grafik dioda biasa, hal ini dikarenakan dioda emitter-basis dibias maju sehingga perubahan arus emitter menurut tegangan emitter ke basis akan serupa dengan karakteristik maju dari dioda hubungan p-n.





Grafik Ib fungsi Vbe pada transistor NPN
gambar 7

- Saat tegangan dioda emitter-basis lebih kecil dari potensial barriernya, maka arus basis (Ib) akan kecil. Ketika tegangan dioda melebihi potensial barriernya, arus basis (Ib) akan naik secara cepat.


- Setelah mengetahui karakteristik input transistor NPN, sekarang gunakan transistor PNP dan rangkailah seperti pada Gambar 6 dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai.

- Setelah diberi sumber tegangan maka akan terbentuk grafik Ib fungsi Vbe yang serupa dengan grafik transistor NPN tetapi arahnya berlawanan.







Rangkaian percobaan karakteristik input transistor NPN
gambar 8

itulah keterangan percobaan karakteristik transistor..

Read more

gambar 1gambar 2


Jika anda melihat dengan cermat rangkaian di atas, sesungguhnya rangkaian di atas adalah OP Amp (Operarational Amplifier) dalam konfigurasi Non Inverting yang tersusun dari komponen lepasan atau umumnya disebut juga discrete OP Amp. Rancangan discrete OP amp ini hanya tersusun dari dua tingkat penguat yaitu differential amplifier yang menggunakan JFET type 2SK117 dan tingkat penguat arus & tegangan yang bekerja pada konfigurasi single ended yang menggunakan transistor bipolar BC560. Masing masing tingkat penguat tersebut digerakan oleh sumber arus constant yang tersusun dari kombinasi antara LM317 dan JFET tipe 2SK246.
Sebagai tingkat diferential dari discrete OP Amp ini saya memilih JFET type 2SK117 dengan pertimbangan bahwa JFET memiliki karakter noise yang paling rendah jika dibandingkan dengan bipolar apalagi tabung. Sumber arus konstan yang saya gunakan pada rancangan ini adalah konfigurasi Cascode antara LM317 dan JFET tipe 2SK246.
Nilai penguatan dari OP Amp discrete ini bisa sangat bervariasi tergantung kebutuhan anda. Men set nilai penguatan dapat dilakukan dengan menetapkan nilai resistan Rf. Formula dari nilai penguatanya/gain dapat diperoleh dari rumus berikut
Gain = 1 + (Rf/1k)

Spesifikasi singkat dan kemungkinan Aplikasi
Saya tidak bisa menginformasikan dengan pasti berapa bandwidth dari Discrete OP Amp ini karena Generator sinus yang saya miliki hanya mampu mengeluarkan frekuensi sinus sampai dengan 100 kHz, dan pada frekuensi tersebut output dari Discrete OP Amp ini belum menjangkau upper cut off nya ( pada gain 100x / 40db), dengan prototype yang masih hard wire. Kalau wiring nya sudah dibuat lebih rapih dalam sebuah PCB yang dirancang dengan baik dimana induktansi liar biasa ditekan sekecilnya, kemungkinan bandwith dari Discrete OP Amp ini bisa mencapai 200kHz atau lebih.
Pada prototype yang saya buat saya men set Rf sebesar 100k untuk mendapatkan gain sekitar 100 kali, untuk keperluan pengembangan Project Phono Stage yang sedang saya lakukan saat tulisan ini saya buat. Jika menginginkan nilai tertentu yang lebih kecil anda tinggal mengubah nilai Rf pada rangkaian ini.Discrete OP Amp ini bisa diaplikasikan pada berbagai rancangan Audio seperti misalnya untuk Phono Stage, Line Stage Amplifier, Crossover Aktif, dll.

Sumber IdeTerus terang, ide untuk merancang rangkain OP Amp discrete ini diilhami oleh dua produk high end terkemuka di dunia yaitu FM Acoustics dari Switzerland dan Pass Labs. Dalam hal topologi rangkaian saya terinspirasi oleh rangkain Power Amplifier Seri Aleph yang dibuat oleh Passlabs, yaitu sebuah amplifier yang hanya terdiri dari dua tingkat penguat. Disain dari Aleph ini memang sangat berbeda dari kebanyakan disain power amplifier yang pada umumnya paling sedikit tersusun dari 3 tingkat penguat atau lebih. Pada rancangan Power Amplifier Seri Aleph, secara keseluruhan Nelson Pass menggunakan HEXFET dari IRF, akan tetapi pada dicrete OP Amp saya menggunakan kombinasi antara JFET dan Bipolar Transistor.
Sedangkan dari FM Acoustics saya mendapatkan ide bahwa rangkaian discrete dapat dibuat mendekati kesempurnaan karena memberikan kebebasan pada kita untuk memilih komponen dengan karakteristik yang terbaik, berbeda halnya dengan rangkaian IC OP Amp dimana kita hanya bisa memakai langsung tanpa bisa melakukan tweaking lagi karena rangkaiannya sudah berada dalam sebuah kemasan.
Pada masa kini IC OP Amp tersedia sangat banyak di pasaran, dibuat oleh berbagai pabrik di dunia, sebagai contoh LM741 ( National), TL071 (Texas Instrument), OP27 (Burr Brown), dan masih ada sangat banyak lagi untuk disebutkan satu persatu di sini. Harganyapun bervariasi dari yang murah sampai yang agak mahal.Menggunakan IC OP Amp memang jauh lebih praktis, membutuhkan tempat yang lebih kecil di PCB dan juga membutuhkan biaya yang lebih murah daripada menggunakan OP Amp discrete seperti yang ada pada gambar 1 di atas. Sehingga mungkin timbul pertanyaan dalam pikiran anda mengenai apa keunggulan OP Amp discrete daripada IC OP Amp untuk aplikasi Audio.Menurut pendapat saya pribadi setidaknya ada lima keunggulan dari OP Amp Discrete dibandingkan dengan IC OP Amp.

1. Dapat dibuat dengan meminimalisir jumlah tingkat penguat secara keseluruhan

2. Tingkat Keluaran/ Output stage dapat dibuat untuk bekerja pada Class A

3. Nilai penguatan dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan kita

4. Besar tegangan kerja dapat dibuat sesuai keperluan kita
5. Kebebasan untuk melakukan component matching
Penjelasan dari masing2 keunggulan tersebut dapat anda lihat pada uraian di bawah ini :Dapat dibuat dengan meminimalisir jumlah tingkat penguat secara keseluruhanUmumnya konfigurasi IC OP Amp tersusun minimum atas 3 tingkat penguat diferential amplifier, voltage amplification stage, dan output stage, seperti yang bisa anda lihat pada gambar 2 dibawah ini.

Gambar 2, Konfigurasi Umum IC OP Amp
Sedangkan OP Amp discrete yang saya rancang hanya tersusun atas dua tingkat penguat yaitu differential amplifier dan VI stage, yang menggunakan konfigurasinya single ended. Diagram yang disederhanakan dari discrete OP Amp Dapat anda lihat pada gambar 3 di bawah ini.

Gambar 1, Konfigurasi discrete OP amp
Dalam sebuah penguat audio, semakin sedikit komponen yang dilewati oleh sinyal musik maka sinyal yang akan keluar pada output dari penguat tersebut akan bersuara lebih baik, karena setiap komponen elektronik akan memberikan distorsi pada sinyal musik yang melewatinya, tidak perduli seberapa mahalnya nya harga komponen tersebut atau siapapun yang membuat komponen tersebut.Dengan hanya menggunakan dua tingkat penguat maka saya yakin kualitas OP Amp Discrete ini akan bersuara lebih natural dari pada IC OP Amp yang umumnya tersusun dari 3 atau lebih tingkat penguat. Tingkat Keluaran/ Output stage dapat dibuat untuk bekerja pada Class AUmumnya tingkat keluaran/output stage dari IC OP Amp bekerja pada Class B atau AB, pada discrete OP Amp dengan dua tingkat penguat, maka output stage dapat dibuat untuk bekerja pada Class A Single Ended.Untuk keperluan penguat audio pengoperasian pada Class A akan memberikan kualitas suara yang lebih menyenangkan dibandingkan jika dioperasikan pada Class B ataupun AB.
Nilai penguatan dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan kita Jika anda melihat data sheet dari IC OP Amp, maka anda akan menemukan bahwa IC OP Amp tersebut memiliki penguatan gain terbuka( Open Loop Gain/ Aol) yang nilainya bisa mencapai jutaan. Sebagai contoh OP Amp sbb :OP27 GBP = 8 MHzTL071 GBP = 10 MHzNE5532 GBP = 3 MHz
Padahal untuk aplikasi audio, anda tidak akan membutuhkan penguatan sebesar itu, sebagai contoh, untuk membuat linestage preamp, umumnya dibutuhkan nilai penguatan sekitar 10x (20db) atau lebih kecil, sedangkan untuk membuat Phono stage, pada sebuat tingkat penguat dalam phono stage umumnya dibutuhkan nilai penguatan sekitar 100x (40db) itupun kalau anda pakai Catridge MC ( moving coil), jika anda menggunakan catridge MM (moving magnet), nilai penguatan yang anda butuhkan akan menjadi lebih kecil.Jika IC Op Amp anda gunakan untuk membuat tingkat penguat audio yang gain nya jauh lebih kecil dari Aol nya, maka mau tidak mau anda harus menerapkan feedback dengan kadar yang sangat tinggi, untuk menurunkan gain dari yang nilainya juta an menjadi sekitar 10x – 100x.Dampak buruk dari kadar feedback yang terlalu tinggi adalah terjadinya Transient Intermodulation Distortion (TIM), dan kalau didengar kemungkinan suara dari IC OP Amp akan terdengar kurang dinamik ataupun compress.Dengan menggunakan discrete OP Amp kita mengatur agar supaya Aol dari rangkaian tersebut sesuai dengan kebutuhan kita atau tidak terlalu jauh, sehingga feedback yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat gain yang diinginkan tidak terlampau besar. Semakin rendah nilai feedback akan semakin baik suara terdengar. Besar tegangan kerja dapat dibuat sesuai keperluan kitaUmumnya IC OP Amp dapat bekerja pada tegangan maksimum sampai sekitar +/- 20V, kita tidak akan dapat menggunakan IC OP amp jika rangkaian kita harus mengeluarkan tegangan puncak maksimum melebihi +/- 20V, dengan rangkaian discrete kita bisa dengan mudah mengatur tegangan kerja yang kita butuhkan sejauh kita bisa mengkombinasikan jenis komponen yang akan digunakan pada rangkain discrete tersebut.

Kebebasan untuk melakukan komponen matching Sebagai sebuah produk siap pakai IC OPAmp dapat anda pakai langsung untuk keperluan anda tapi kemudian anda tidak bisa berbuat apa apa lagi untuk meningkatkan perfoma dari dari IC OP Amp tersebut selain pasrah saja terhadap spesifikasi yang dilampirkan dalam data sheet oleh pabrik. Lain halnya jika anda menggunakan Discrete OP Amp, anda masih punya banyak kesempatan untuk melakukan tweaking guna meningkatkan kinerja rangkaian.
Beberapa alternatif tweaking yang bisa dilakukan adalah sbb :
1. Memilih jenis komponen yang sesuai dengan selera anda.
Di pasaran ada banyak merek merek ternama yang bisa anda pilih sesuai selera anda.
2. Mengubah ubah arus bias atau tegangan kerja dari komponen dalam rangkaian agar sesuai selera anda.
3. Melakukan matching pada differential transistor dan resist

Read more

tentangKu

Written by ngawen 1 komentar Posted in:



saya orangnya suka bermain,tapi saya juga suka berpergian..kalau banyak mainan kan ribet..rencananya sih saya ingin mendigitalisasi mainan mainan saya..sehingga bisa saya mainkan diHp....tetapi Hp saya jelek sih....so gak bisa dech..... "Baldo dan periset lain dari MIT, University of Tennessee dan Laboratorium Angkatan Laut Amerika, termasuk di dalamnya insinyur elektro, biomedis, ahli teknologi nano, dan biolog bekerjasama menghasilkan sel surya fotosintesis. Penelitian ini tambah Nano Letter, mengambil ide dari kemampuan tumbuhan menghasilkan energi untuk berevolusi selama hidupnya. Bayam, sebagai salah satu tumbuhan hijau dinilai sangat efisien, bila dilihat dari jumlah energi yang dihasilkan dibandingkan berat dan ukuran bayam itu sendiri".

Read more